Label

Sabtu, 13 Juni 2015

4 Tipe watak dasar manusia

Materi ini saya dapatkan ketika masih aktif di kegiatan OSIS semasa SMA, melalui sebuah pelatihan semacam pelatihan kepemimpinan. 4 tipe watak yang dibahas kali ini hanya tipe-tipe dasar seseorang yang bersifat TIDAK PERMANENT (biasanya terbentuk dari latar belakang pengaruh lingkungan, keluarga, pendidikan, pemahaman agama dan latar belakang lainnya). Karena TIDAK PERMANENT, maka dapat berubah dan atau mengadopsi salah satu sifat/watak lain, bahkan mengkombinasikan semuanya sesuai situasi dan kondisi.

Dalam tulisan ini akan dibahas:
A. Pembagian 4 Watak dasar (Tipe 1, 2, 3, dan 4)
B. Grafik 4 Watak dasar
C. Tujuan Pembagian watak dan kesimpilan
D. Mengenai publikasi

A. PEMBAGIAN 4 WATAK DASAR

1. TIPE 1:
Orangnya periang, percaya diri, aktif, tidak pemalu, cepat emosi ,ingin mendapatkan perhatian, muah bergaul, enak diajak bicara, jangan diajak curhat dia bisa beberkan semuanya, ceplas ceplos ,

a. Diibaratkan (hewan) Merak jantan : senang menarik perhatian dengan keindahan dan kelebihan yang dimiliki (Membuat kagum orang lain, terutama pada lawan jenis).

b. Diibaratkan (elemen bumi)angin : membawa kesejukan (dalam artian jika tidak ada mereka kurang seru). Namun terkadang membuat tidak nyaman/angin ribut (dalam artian dalam kondisi tertentu mereka bikin ribut dan lainnya dan dapat mengganggu sekelilingnya).

c. Diibaratkan (dalam peperangan) sebagai provokator atau penyemangat/ orator : dalam peperangan menjadi orang yang suaranya didengar dan digugu oleh pasukan perang. Bisa juga sebagai motivator.




2. TIPE 2 :
Orangnya pemikir kritis, cuek, aktif,  focus, ambisius, visioner, terencana, cocok jadi pemimpin, cepat marah/emosi,
a. Diibaratkan (hewan) Singa jantan: Sang penguasa hutan (menjadi pemimpin kelompok), penuh taktik dalam berburu ( penuh ide dan rencana dalam menghadapi permasalahan)

b. Diibaratkan (elemen bumi) api : bersifat tegas, adakalanya dapat menjadi teman yang hangat tapi ada kalanya menjadi teman yang panas (teman bersaing).



c. Diibaratkan (dalam peperangan) Jendral perang/Pnglima Perang/pemimpin : sebagai orang yang memimpin peperangan dengan ketegasannya. Dan cepat berfikir kritis dalam mengambil keputusan dalam peperangan.














3. TIPE 3 :
Pemikir easy going, pemikir, pendiam, selalu ingin tahu segala hal,menyimpan segudang potensi, sulit marah

a. Diibaratkan (hewan) berang-berang : mamalia perenang pemalu, yang hanya muncul ke permukaan air saat hal-hal penting (pemalu dan saat dibutuhkan baru berani muncul), saat membuka cangkang kerang, ia mengambil batu dari dasar sungai kemudian sambil berenang dengan bagian dada di atas, ia meletakkan kerang di dada kemudian dipecahkan menggunakan batu dengan tangannya atau ia dapat merubuhkan pohon dewasa berukuran besar hanya dengan giginya dalam waktu singkat atau juga membuat sarang, dengan membuat bendungan di sungai yang deras dengan ranting-ranting dan kayu yang ia tebang hanya berdua dengan pasangannya (penuh potensi).

b. Diibaratkan (elemen bumi) tanah : (penuh potensi namun perlu digali, salah satuya dengan harus ditanya) Seperti halnya tanah jika digarap maka akan dapat menanam sesuatu. Dan kelebihan tanah jika digali terus kita mendapatkan hal berharga seperti emas, intan, minyak mentah dan lainnya tapi kalau digali terus (dalam hal pribadi) dapat marah , contohnya seperti lumpur lapindo.


http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQYnkvcv-Ng7C__-_SHWJhdqZMAUmFGuFwGfwFDI2ep5kRvvEvUqAc. Diibaratkan (dalam peperangan) sebagai pengatur strategi peperangan : dalam peperangan ada sebagian orang yang jarang terlihat namun perannya penting. Ia mencari tahu seluk beluk musuh, kelebihan dan kekurangannya dan yang paling utama merencanakan strategi penyerangan, pertahanan dan lainnya yang digunakan dalam peperangan.




4. TIPE 4 :
Easy going, ngikut aja,setia, enak di ajak bicara, tidak berpendirian teguh
http://www.anjing-anjing.com/attachments/Image/undefined/Alaskan_Adult.jpg
a. Diibaratkan (hewan) anjing peliharaan : (setia) ia terkenal sebagai peliharan yang setia pada majikannya, ia berani mati untuk membela dan menyelamatkan majikannya saat majikannya diserang oleh orang lain, binatang buas atau lainnya. Dan setia menemani majikan hingga mati. Dalam Islam pun ada anjing (bernama “Fitmir” yang mulia), satu-satunya anjing yang dijanjikan syurga oleh Allah, karena menemani 7 majikannyanya (dalam kisah Ashabul Kahfi) yang melarikan diri demi menyelamatkan IMAN, hingga dibuat sebuah lagu berjudul “Ashabul Kahfi” oleh Raihan (Nasyid Group). Dan anjing peliharaan dikenal sebagai salah satu binatang yang paling penurut.

https://deanmuliawan.files.wordpress.com/2013/11/1332416607187514465.jpgb. Diibaratkan (elemen bumi) air : bersifat penyejuk (mereka tidak suka membuat ribut ataupun onar dan bisa diajak curhat), namun dia cenderung bagai air yang terus mengikuti wadahnya (tidak berpendirian).

http://i349.photobucket.com/albums/q373/heavensinhands/greys_wideweb__430x298.jpgc. Diibaratkan (dalam peperangan) tim medis : peran mereka sering diabaikan oleh orang yang tidak mengerti peperangan, namun sesungguhnya mereka memegang peranan yang tak kalah penting dengan lainnya, yang merawat dan mengobatai pasukan terluka ataupun sekarat.




B. GRAFIK :



Grafik 4 Tipe watak DASAR menjelaskan bahwa tipe-tipe yang watak DASAR yang kita miliki bisa mengadopsi sifat yang berada di sampingnya dengan mudah, namun untuk bersebrangan agak susah. Sebagai gambaran orang yang memiliki watak DASAR tipe 3 (cenderung berfikir) dapat dengan mudah menjadi atau mengadopsi sifat dari tipe 2 (cenderung tegas/pemimpin) dan atau mengadopsi sifat tipe 4 (cenderung setia), dan akan sulit (namun tetap bisa) mengadopsi sifat tipe 1 (cenderung percaya diri). Begitu juga dengan yang lainnya.


C. IMPLEMENTASI 4 WATAK DASAR
Keempat tipe itu hanyalah sifat DASAR seseorang yang didapatkan dari latar belakang budaya lingkungan dan agama, namun seiring menjadi dewasa banyak orang yang dapat memadukan ke 4 tipe tersebut walaupun susah untuk menyebrang ke TIPE yang berlawanan. Misalnya IBU dan AYAH kita
1. Saat memiliki balita mereka menjadi orang yang sangat menyenangkan dan tidak tau malu untuk bicara bahkan bersenda gurau pada si bayi padahal si bayi belum dapat mendengar dan bicara apalagi untuk mengerti apa yang IBU dan AYAH lakukan. Bahkan kalaupun ada orang yang bilang mereka seperti orang gila, mereka mengabikannya, karena mereka percaya ada hubungan batin pada si buah hatinya.
2. Saat anaknya (hampir dewasa) berbuat salah, IBU dan AYAH dapat tegas agar anaknya menjadi baik, walaupun dalam hatinya tidak sampai hati untuk memarahi Si buah hati.
3. Saat anaknya Remaja, IBU dan AYAH dapat menjadi sosok yang bijak menasehati si buah hati dengan tegas tapi tanpa amarah.
4. Saat si anak sudah siap berkeluarga ataupun saat si anak sudah berkeluarga (dewasa), IBU dan AYAH berusaha tidak ikut campur dengan permasalahan anak. Ditujukan agar Anak dapat mandiri dalam menyelesaikan segala permassalahannya hidunya dan memberi kebebasan pada si buah hati dan pasangan hidupnya.


D. TUJUAN PEMBAGIAN WATAK DASAR dan KESIMPULAN:
1. Menjadikan penggolongan tipe-tipe watak DASAR sebagai pedoman merubah diri menjadi lebih baik
Diharapkan kita mengetahui dan menyadari watak DASAR yang kita miliki (yang baik, maupun buruk), sebagai pedoman untuk merubahnya menjadi lebih baik lagi.
2. Dapat menggabungkan 4 watak DASAR
Diharapkan dengan memahami pembagian tipe 4 karakter/watak ini bukan menjadikan kita pasrah akan watak dasar kita. Namun kita perlu merubahnya atau kalau bisa memiliki keempat watak dasar ini dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi. Dan jangan mencemooh seseorang dan menganggap tipe watah kita paling baik. (jadilah seperti IBU dan AYAH),
3. Adanya saling pengertian terhadap watak DASAR seseorang
Bertujuan agar tiap pribadi kita dapat mengerti watak DASAR seseorang, sehingga timbul rasa saling pengertian dan kepedulian terhadap orang lain. Misalnya ada orang yang sukanya marah-marah, kita jangan langsung marah-marah kita harus memahami watak DASARnya (memahaminya), mencari tau latar belakangnya dan mencoba mengubah sifatnya dengan cara Syar’i (cara Islam/ kedamaian) jika kita mampu.


E. MENGENAI PUBLIKASI
Diharapkan jika ingin menyebarkan/mempublikasikan mengenai 4 tipe watak DASAR seseorang, kita harusnya sudah memeahami dan dapat menerapkan/mengaplikasikan dari tujuan diatas dalam kehidupan sehari-hari agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam publikasinya,
Sekian Dari Penjelasan yang dapat Saya Sampaikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar